Technical

Sertifikasi Chiller, mengindari “Kecap Nomor 1”

Seperti kita bahas sebelumnya, bahwa COP merupaka salah satu faktor yang penting dan menentukan dalam memilih sebuah Chiller. Dengan melihat COP kita bisa membayangkan berapa banyak listrik / energi yang kita keluarkan untuk sebuah proses pendinginan. Setiap penjual Chiller akan berkata bahwa Chiller nya mempunyai kualitas terbaik dan effisiensi terbaik.

Seperti kita ketahui bahwa COP tergantung dari banyak faktor seperti Temperatur condenser, Temperatur Evaporator, dan beban pendinginan. Ketika begitu banyak variabel maka perlu dibuat sebuah standarisasi dalam menentukan COP yang di claim oleh masing masing merk. Untuk saat ini ada beberapa sertifikasi / standart yang digunakan dalam menghitung dan mengukur kapasitas chiller. Pada umumya produsen chiller menggunakan AHRI sebagai standar yang digunakan dalam brosur. Untuk daerah Eropa banyak menggunakan standart eurovent.

Tentu saja dengan di pakainya standart tersebut maka pengukuran akan menjadi apple to apple dan customer akan dapat membandingkan effisensi dari chiller yang hendak di pasang.

Pada standart AHRI akan disajikan data yang sedikikt berbeda, yaitu IPLV. Apakah IPLV? IPLV adalah singkatan dari Integrated Part Load Value, dimana selain COP yaitu effisiensi chiller saat beban 100%, IPLV mencakup effisiensi Chiller saat kondisi part load.

Seperti kita ketahui bahwa kondisi iklim / beban pada chiller tidak selalu pada 100% kapasitas. Bahkan kapasitas 100% hanya diperlukan pada jarak / rentang waktu yang sangat kecil. Karena itu Faktor part load juga sangat di perhatikan. Apabila sebuah chiller effisien pada 100%, belum tentu effisien pada saat part load. IPLV sendiri dapat dihitung dengan asumsi sebagai berikut:

IPLV = 1% dari COP 100% + 42% dari COP 75% + 45%dari COP 50% + 12% dari COP 25%

Dari perhitungan tersebut dapat kita lihat bahwa energi yang di konsumsi mayoritas saat Chiller bekerja di 75% dan 50%. Karena itu COP saat 100% bukan faktor yang penting untuk memilih chiller. Apabila anda ingin lebih pasti dalam memilih chiller sesuai dengan desain gedung & cuaca di lokasi, maka saya sarankan untuk menanyakan NPVL nya. NPLV atau Non-standart Part Load Efficiency dapat kita request ke pemegang merk untuk memasukkan data sesuai dengan beban dan lapangan untuk di analisa.

Titian Pramudya

Satu tanggapan untuk “Sertifikasi Chiller, mengindari “Kecap Nomor 1”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s