Technical

Primary dan secondary flow, cara effisien mengalirkan air dingin

Saat ini kita sudah mengetahup prinsip dasar chiller, yaitu mengalirkan air dingin untuk proses pendinginan / produksi ke seluruh bangunan. Tetapi bagaimana tepatnya air tersebut dialirkan, apakah melalui sebuah pipa besar? atau menggunakan pipa pipa kecil ke setiap FCU atau AHU. Cara yang sangat sering digunakan adalah Primary & Secondary Flow. Dengan cara seperti ini dapat di hindari penggunaan pipa dan pompa yang terlalu besar.

Berikut sekilas diagram mengenai primary & Secondary flow:

Dapat dilihat pada diagram bahwa tiap tiap chiller di supply oleh masing masing pompa, hal ini dikarenakan chiller memerlukan flow yang relatif konstan, sehingga tiap chiller dibekali masing masing pompa sesuai dengan kapasitasnya. Sebagai rule of thumb bahwa tiap TR memerlukan sekitar 2GPM(Gallon per minute). Semakin besar dari kapasitasnya maka semakin besar flow yang dibutuhkan. Hal ini dapat dihitung dengan rumus yang sama ketika menghitung kapasitas chiller.

Sedangkan untuk FCU dan AHU juga memerlukan flow nya masing masing sesuai dengan kapasitasnya. Total flow dari FCU dan AHU biasanya di wakilkan dengan kapasitas secondary flow. Karena itu secondary flow belum tentu sama dengan primary flow. Hal ini akan lebih berfariasi lagi apabila AHU tersebut dimatikan / tidak digunakan. Secondary flow akan berkurang seiringnya dengan kapasitas yang diperlukan.

Bagaimana caranya agar dalam sebuah sistem pemipaan terdapat dua flow yang berbeda? Jawabanya ada di common header / bypass. Dengan menggunakan common header maka kedua flow tersebut tidak akan saling mempengaruhi.

Ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada sistem Primary & Secondary flow, yaitu:

  1. Primary Flow = Secondary Flow. Hal ini merupakan yang paling ideal dimana common header tidak akan memiliki flow dan proses pendinginan paling effisien.
  2. Primary Flow > Secondary Flow. Kemungkinan ini yang paling sering terjadi, sehingga kelebihan flow pada primary akan kembali kedalam primary flow melalui common header. Dikarenakan tidak ada beban panas yang diambil, maka kerja dari chiller akan berkurang.
  3. Primary Flow < Secondary Flow. Situasi ini menyebabkan terjadinya reverse flow pada common header. Air yang seharusnya kembali ke chiller untuk didinginkan akan kembali lagi ke sistem secondary untuk mendinginkan FCU & AHU. Ketika hal ini terjadi maka kinerja FCU & AHU akan bermasalah karena beban panas kembali ke secondary flow.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi perlu di perhatikan baik baik arah flow pada common header dan memastikan hal tersebut tidak terjadi. Beberapa alternatif yang dapat dipakai adalah menggunakan VSD pada secondary pump atau hanya menggunakan primary flow dengan VSD. Manakah yang dirasa paling effisien?

Titian Pramudya

2 tanggapan untuk “Primary dan secondary flow, cara effisien mengalirkan air dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s