Technology

Twin Vs Single Screw Chiller

Ketika kita memilih Chiller dengan kapasitas medium 100TR-400TR, maka pilihannya adalah Screw Chiller (Watercooled / Aircooled). Screw chiller banyak dipilih oleh perencana karena terkenal “bandel” dan memiliki kapasitas yang cukup besar. Seperti kita ketahui bahwa terdapat beberapa tipe compressor chiller seperti reciprocating(piston), scroll , centrifugal, dan screw. Tiap tipe compressor dipilih berdasarkan kapasitas dan karakteristiknya.

Screw compressor pada prinsipnya bekerja dengan merubah tekanan rendah ke tinggi dengan memampatkan refrigeran menggunakan ulir dari screw tersebut. Bentuk yang khas dari ulir akan mendorong refrigeran ke satu arah sehingga mendapatkan tekanan yang tinggi. Secara bentuk nya, screw compressor pada chiller dapat di kategorikan menjadi 2 tipe, yaitu Twin Screw (horizontal) dan Single Screw (vertical). Perbedaan utama nya dapat dilihat dari bentuk pasangan antara male screw dengan female screw.

Pada twin screw, female screw akan berputar menggerakan 2 helical screw dan memampatkan refrigeran, sedangkan pada twin screw male screw akan menggerakan female screw yang juga memampatkan refrigeran. Apabila kita lihat jumlah komponen yang dipakai maka jelas bahwa single screw memiliki 3 komponen utama, sedangkan twin screw memiliki 2. Jumlah komponen ini lah yang membuat twin screw lebih compact dan memiliki durabilitas lebih dari single screw. Tentu saja teknologi twin screw harus memiliki akurasi & toleransi yang lebih baik karena geometri nya yang saling berpasangan dari awal sampai akhir.

Ketika kita tanyakan pada setiap pabrikan, maka mereka pasti akan berkata bahwa teknologi / pemilihan screw compressor mereka yang paling benar. Terlepas dari perdebatan Twin Screw VS Single Screw, maka ada beberapa alasan dipilihnya screw compressor. Alasan tersebut adalah:

  1. Memiliki perfoma yang lebih baik
  2. Reabilitas yang lebih baik
  3. Harga yang lebih murah
  4. Part yang lebih sedikit
  5. Vibrasi lebih sedikit
  6. Kehilangan refrigeran yang lebih sedikit.

Karena ke 6 alasan tersebut maka kita dapat melihat punah-nya piston compressor (reciprocating) yang mulai digantikan oleh screw compressor. Seiring perkembangan jaman dan teknologi kapasitas kecil digantikan oleh scroll compressor, dan kapasitas besar di ambil alih oleh centrifugal compressor. Sekarang rata rata kita memilih chiller hanya berdasarkan kapasitas compressor nya.

LG Chiller telah mengembangkan teknologi 5:6 Hermetic Screw compressor yang memiliki effisensi tinggi disesuaikan dengan karakteristik refrigeran modern. Dengan menggunakan CNC yang memilik akurasi tinggi, maka dihasilkan screw compressor dengan kapasitas yang besar dan memiliki getaran yang rendah. Selain itu penggunaan refrigeran sebagai pendingin motor ikut menyumbangkan daya tahan dari motor dan compressor.

Apakah ada yang merasakan perbedaan antara Single Screw & Twin Screw? Tinggalkan pendapat anda di komentar

Titian Pramudya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s