LG Chiller · Technology

Chiller VS VRF; Perdebatan sepanjang masa

Ketika kita memilih sebuah equipment, tentu saja kita harus memilih equipment mana yang paling “cocok” untuk kebutuhan kita, semua produk / sistem tentunya akan berkata bahwa unit nya adalah yang paling baik. Hal ini berlaku juga ketika kita memilih sistem pendinginan, untuk sebuah gedung yang besar / medium banyak yang menyarankan VRF atau Chiller. Apakah perbedaannya dan benefit dari masing masing sistem, dan manakah yang terbaik? Tentunya yang terbaik untuk design gedung tersebut.

Sistem Chiller sudah digunakan sejak lama, hal ini dapat ditemui pada design gedung gedung kantor, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya. Sistem ini memiliki kemampuan mendinginkan dengan skala yang besar sampai dengan 1000 bahkan 2000 TR per unit nya. Dengan menggunakan Chiller maka jumlah equipment pendinginan akan berkurang dan menghasilkan biaya yang lebih murah. Media air yang digunakan untuk membuang panas dari dalam ruangan pun sangat mudah dan familar bagi pemilik gedung.

Sistem VRF pun sudah banyak dikenal saat ini, karena design dan penggunaan nya yang mudah maka banyak kita lihat gedung gedung baru menggunakan sistem VRF. Dengan menggunakan sistem yang banyak, maka tidak memungkinkan untuk digunakan pada bangunan bangunan tinggi seperti perkantoran, hotel dan rumah sakit. Jumlah sistem yang banyak meniadakan kemungkinan total shutdown, apabila ada yang rusak hanya berpengaruh terhadap 1/sekian dari gedung tersebut.

Berikut adalah “mitos” yang mungkin sudah tidak terlalu berlaku sekarang ini terhadap VRF dan Chiller:

  1. Effisiensi Chiller lebih baik : Apabila kita melihat brosur chiller, tertutama yang watercooled maka dapat dilihat bahwa COP nya bisa mencapai 6, hal ini sangat kontras terhadap VRF yang biasanya diangka 4. Tentu saja apabila kita bicara mengenai effisensi maka seluruh sistem harus di hitung, termasuk pompa, cooling tower, dan biaya make up water dan maintenance. Setelah di jumlahkan belum tentu menggunakan chiller lebih murah dari VRF.
  2. Jarak terbatas : Tentu saja apabila kita membandingkan panjang pipa antara chiller dan VRF terdapat perbedaan yang besar, hal ini dikarenakan zat yang dialirkan nya pun beda. Chiller mengalirkan air dengan pompa, VRF mengalirkan refrigeran dengan compressor. VRF mampu mengalirkan refrigeran ke indoor unit dengan jarak sampai 165m dan tinggi sampai 90m, walaupun terkadang jarak dapat disiasati dengan meletakan Outdoor unit lebih dekat ke indoor unit di tiap lantai.
  3. Kemungkinan refrigeran bocor : Apabila dibandingkan frequensi antara pipa chiller & refrigeran yang bocor/pecah maka dapat kita lihat bahwa pipa refrigeran yang dipasang dengan baik mempunyai umur pakai lebih lama. Hal ini disebabkan karena refrigeran tidak bersifat korosif & menumpuk. Berbeda dengan pipa air chiller, yang harus di periksa hambatan dan kondisi korosinya. Untuk sistem yang besar pada VRF dapat di pasangkan refrigerant leak detector yang akan memerintakan sistem untuk berhenti apabila terjadi kebocoran refrigeran.
  4. Design kantor sebaiknya menggunakan chiller: Kita sering lihat pada kantor2 besar di daerah elit menggunakan chiller sebagai sumber pendinginan, hal ini mungkin relevan pada saat itu, tetapi sekarang ini penggunaan ruang kantor sudah berbeda, jam oprasional yang harus mengikuti ritme kerja penggunanya menyebabkan kantor yang menggunakan chiller tidak kompetitif lagi apabila mengoprasionalkan chiller saat jam lembur / libur.

Apabila kita lihat sebagian “mitos” diatas maka kita akan berpikir apakah VRF lebih baik dari chiller? Tentu saja jawabanya kembali kepada awal tulisan saya. Apakah equipmen yang digunakan cocok dengan design gedung yang menggunakannya. Untuk kantor pemerintahan yang memiliki waktu kerja fix, maka penggunaan chiller dianggap cocok. Untuk daerah yang memiliki kualitas air yang baik maka penggunaan watercooled chiller juga cocok. Untuk kapasitas AHU yang besar seperti Convention Centre, Airport, Ruang produksi terkondisi, maka penggunaan chiller sangat cocok. Karena itu kembali lagi kepada aplikasi dan karakteristik beban yang didinginkan.

Tidak menutup kemungkinan pada satu gedung / area menggunakan chiller dan VRF sesuai dengan kebutuhannya masing masing. Seperti kita tahu selain mendinginkan udara, chiller juga dapat dipakai untuk mendinginkan beberapa tipe mesin dan produk saat proses produksi. Hal ini yang tidak dapat di gantikan oleh VRF. Sistem ini biasa disebut dengan process cooling.

Titian Pramudya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s