Technical

Process Cooling; proses pendinginan yang tidak “nyaman”

Seperti banyak kita tahu bahwa chiller digunakan untuk mendinginkan air yang akan di sirkulasikan kedalam gedung untuk mendinginkan ruangan. Proses ini disebut dengan comfort cooling karena air dingin yang dihasilkan bertugas untuk membuat ruangan “nyaman”. Temperatur yang di pilih biasanya 7-12 karena pada range ini lah udara akan menjadi dingin sekaligus kering.

Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa selain comfort cooling, chiller juga banyak digunakan pada industri / pabrik sebagai salah satu proses dalam produksi. Sistem seperti ini disebut process cooling. Karena tujuannya bukan untuk mendinginkan ruangan, maka temperatur yang dihasilkan tidak selalu berada di temperatur ideal ruangan. Temperatur yang di pilih harus sesuai dengan kebutuhan tiap tiap proses.

Lanjutkan membaca “Process Cooling; proses pendinginan yang tidak “nyaman””
Technical

Chiller Surge, ketika lift compressor tidak memupuni

Ada sedikit perbedan karakteristik antara compressor centifugal dengan tipe lainnya. Compressor centifugal menggunakan prinsip gaya sentrifugal daripada positive displacement. Prinsip kerja ini lah yang membuat centrifugal chiller memiliki kapasitas lebih besar per compressor pada umumnya. Dengan menggunakan sudu/ impeller refrigerant akan dialirkan secara masiv sehingga terjadi peningkatan tekanan.

Walaupun kemampuannya yang besar, tetapi semua bergantung dari seberapa cepatnya putaran motor compressor. Ketika motor dan impeller berputar dengan RPM tinggi maka flow dan tekanan akan meningkat. Begitu pula sebaliknya, ketika motor & impeller berputar lebih lambat maka tekanan / flow akan berkurang.

Ada beberapa kekurangan dari sistem ini. Seperti kita ketahui dalam diagram P-h bahwa terdapat dua tekanan dalam sebuah chiller. Tinggi dan rendah. Ketika perbedaan tekanan tersebut menjadi jauh, maka kompressor akan sulit untuk mengejar perbedaan tekanan tersebut. Yang terjadi berikutnya adalah refrigeran dari tekanan tinggi akan kembali ke tekanan rendah melalui compressor. Hal ini yang dinamakan dengan surge / surging, indikasi yang dapat dirasakan adalah terjadi peningkatan noise pada compressor dikarenakan backflow. Apabila hal ini terjadi terus menerus maka dapat merusak compressor.

Lanjutkan membaca “Chiller Surge, ketika lift compressor tidak memupuni”
Technical

Primary dan secondary flow, cara effisien mengalirkan air dingin

Saat ini kita sudah mengetahup prinsip dasar chiller, yaitu mengalirkan air dingin untuk proses pendinginan / produksi ke seluruh bangunan. Tetapi bagaimana tepatnya air tersebut dialirkan, apakah melalui sebuah pipa besar? atau menggunakan pipa pipa kecil ke setiap FCU atau AHU. Cara yang sangat sering digunakan adalah Primary & Secondary Flow. Dengan cara seperti ini dapat di hindari penggunaan pipa dan pompa yang terlalu besar.

Berikut sekilas diagram mengenai primary & Secondary flow:

Dapat dilihat pada diagram bahwa tiap tiap chiller di supply oleh masing masing pompa, hal ini dikarenakan chiller memerlukan flow yang relatif konstan, sehingga tiap chiller dibekali masing masing pompa sesuai dengan kapasitasnya. Sebagai rule of thumb bahwa tiap TR memerlukan sekitar 2GPM(Gallon per minute). Semakin besar dari kapasitasnya maka semakin besar flow yang dibutuhkan. Hal ini dapat dihitung dengan rumus yang sama ketika menghitung kapasitas chiller.

Sedangkan untuk FCU dan AHU juga memerlukan flow nya masing masing sesuai dengan kapasitasnya. Total flow dari FCU dan AHU biasanya di wakilkan dengan kapasitas secondary flow. Karena itu secondary flow belum tentu sama dengan primary flow. Hal ini akan lebih berfariasi lagi apabila AHU tersebut dimatikan / tidak digunakan. Secondary flow akan berkurang seiringnya dengan kapasitas yang diperlukan.

Lanjutkan membaca “Primary dan secondary flow, cara effisien mengalirkan air dingin”
Technical

System COP; mengoptimalkan chiller plant

Beberapa orang terkesima ketika melihat COP dari Chiller, terutama watercooled chiller. Ketika kita memilih sistem chiller berdasarkan COP, maka kita harus mengetahui bahwa effieisensi system pendinginan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh chiller. Memang energi listrik yang di pakai paling besar adalah compressor dari chiller, tetapi banyak equipment lainnya yang mengkonsumsi listrik seperti pompa, cooling tower dan control.

Akumulasi dari listrik yang digunakan terhadap hasil pendinginan disebut system COP, nilai dari System COP(KW/TR) biasanya lebih besar daripada Chiller COP(KW/TR) karena konsumsi listrik yang diperlukan lebih besar (Chiller+ pompa+cooling tower) dan pendinginan yang dihasilkan lebih kecil (loss). Bagaimana cara cara untuk menaikkan effisensi dari dari chiller plant?

Kalau kita berbicara chiller plant maka kita tidak berbicara satu chiller saja, tapi kita berbicara mengenai beberapa chiller yang di pasangkan dengan pompa sirkulasi (primary & secondary). Untuk mencapai effisiensi tinggi ada beberapa parameter yang dapat di pertimbangkan:

Lanjutkan membaca “System COP; mengoptimalkan chiller plant”
Technical

Sertifikasi Chiller, mengindari “Kecap Nomor 1”

Seperti kita bahas sebelumnya, bahwa COP merupaka salah satu faktor yang penting dan menentukan dalam memilih sebuah Chiller. Dengan melihat COP kita bisa membayangkan berapa banyak listrik / energi yang kita keluarkan untuk sebuah proses pendinginan. Setiap penjual Chiller akan berkata bahwa Chiller nya mempunyai kualitas terbaik dan effisiensi terbaik.

Seperti kita ketahui bahwa COP tergantung dari banyak faktor seperti Temperatur condenser, Temperatur Evaporator, dan beban pendinginan. Ketika begitu banyak variabel maka perlu dibuat sebuah standarisasi dalam menentukan COP yang di claim oleh masing masing merk. Untuk saat ini ada beberapa sertifikasi / standart yang digunakan dalam menghitung dan mengukur kapasitas chiller. Pada umumya produsen chiller menggunakan AHRI sebagai standar yang digunakan dalam brosur. Untuk daerah Eropa banyak menggunakan standart eurovent.

Tentu saja dengan di pakainya standart tersebut maka pengukuran akan menjadi apple to apple dan customer akan dapat membandingkan effisensi dari chiller yang hendak di pasang.

Lanjutkan membaca “Sertifikasi Chiller, mengindari “Kecap Nomor 1””
Technical

COP; Salah satu alasan memilih chiller

Ketika kita memilih sebuah equipment / peralatan, maka ada berbagai macam pertimbangan yang perlu diperhatikan. Beberapa pertimbangan tersebut biasanya seperti harga, kehandalan, effisiensi, dan aftersales. Jika diperhatikan semua faktor tersebut ujungnya adalah penghematan biaya baik diawal, dalam oprasional atau diakhir.

Seperti kita ketahui bahwa sistem pendingin mengkonsumsi 50-70% dari total biaya listrik yang dibayarkan setiap bulan. Apabila kita bisa memilih unit / equipment yang memikiki biaya oprasional rendah, maka terdapat potensi keuntungan lebih besar. Pada Equipment seperti chiller, effisiensi dapat dilihat dari COP. Apakah itu COP? COP adalah Coofisien Of Performance. Pada COP dibandingkan antara kinerja pendinginan terhadap energi yang di perlukan. Pada Chiller COP bisa di anggap KW(pendinginan)/KW(listrik) atau KW(listrik)/TR(pendinginan). Keduanya umum digunakan dan kita harus menjelaskan metode apa yang digunakan.

Untuk merubah nya bisa dipakai rumus sebagai berikut:

COP (KW/TR) = 3.517 / COP (KW/KW) atau COP (KW/KW) = 3.517/ COP (KW/TR)

Sebenarnya apakah perbedaan dari keduanya? Untuk COP(KW/KW) maka semakin besar nilainya, maka equipment chiller akan semakin effisien; sedangkan untuk COP(KW/TR) semakin kecil nilainya maka akan semakin effisien. Untuk simulasinya bisa dilihat pada gambar berikut.

Chiller COP effisiensi kw/tr kw/kw

Mengapa ada chiller dengan COP yang baik dan ada yang buruk? Apabila kita lihat pada diagram P-h pada sistem refrigerasi, maka kapasitas pendinginan sangat tergantung terhadap kapasitas condensor, dan effisiensi kompressor. Untuk sistem menggunakan watercooled condensor, maka panas dapat dibuang dengan mudah. Begitu pula untuk compressor, dengan menggunakan centrifugal compressor maka energi listrik yang di supply dapat digunakan untuk menaikkan tekanan refrigerant dengan hambatan yang rendah. Kedua faktor tersebut merupakan salah satu alasan centrifugal chiller memiliki effisiensi / COP yang baik.

Lanjutkan membaca “COP; Salah satu alasan memilih chiller”
LG Chiller · Technology

Berbagai macam heat source pada absorbtion chiler

Seperti tulisan sebalumnya mengenai Absorbtion chiller, kita mengetahui bahwa mungkin untuk mendinginkan dengan menggunakan panas. Tetapi panas apa yang dipakai untuk proses tersebut. Pada umumnya ada beberapa sumber panas / heat source yang dapat digunakan seperti LNG, steam/uap, air panas. Tentu saja setiap kategori memiliki persyaratan khusus agar dapat memenuhi kriteria dan effisiensi chiller

LNG / Liquid Natural Gas dapat digunakan dengan cara membakar langsung pada burner / generator sehingga menghasilkan panas. LNG juga dapat digantikan dengan gas yang lainnya. Heat source ini yang paling banya dipakai karena dianggap paling stabil sumbernya dan bersih. Tetapi karena LNG langsung dibakar maka heat source yang digunakan dianggap cukup mahal karena bukan merupakan panas / energi terbuang.

Lanjutkan membaca “Berbagai macam heat source pada absorbtion chiler”
Technical

Vapor Absorbtion Chiller, Mendinginkan dengan panas

Seperti yang kita ketahui bahwa chiller mendinginkan air dengan proses refrigerasi dikarenakan terjadi perbedaan tekanan antara condenser dan evaporator. Perbedaan tekanan tersebut dihasilkan oleh compressor, karena itu disebut sebagai vapor compression chiller. Tetapi banyak yang kita tahu bahwa perbedaan tekanan dapat dihasilkan dengan proses absorbsi. Chiller yang menggunakan teknologi ini disebut vapor absorbtion chiller.

Mungkin kita pernah mendengar chiller dengan menggunakan amonia sebagai refrigerant, kebanyakan pada chiller untuk prosses industri. Dengan cara ini amonia (refrigerant) di serap oleh air (absorben) sehingga menurunkan tekanan. Berbeda dengan chiller pada umumnya, absorbtion chiller sistem bekerja di tekanan yang rendah (hampir vakum) . Energi yang diperlukan mayoritas berasal dari energi panas dari equipment lainnya seperti steam, air panas, dan gas buang.

Lanjutkan membaca “Vapor Absorbtion Chiller, Mendinginkan dengan panas”
Technical

Menghitung kapasitas chiller dari air

Setelah mengetahui cara kerja chiller, kita dapat meyimpulkan bahwa chiller bekerja dengan mendinginkan air yang di sirkulasi kedalam gedung / proses untuk proses pendinginan. Panas / energy yang diambil dari ruangan akan dibuang oleh chiller ke udara luar melalui condensor. Tetapi seberapa beesar kemampuan untuk membuang energy tersebut?

Karena energy yang diambil berasal dari air kembali (chilled water return) dan kembali dalam bentuk air pendinginan (chilled water supply) maka factor terpenting adalah perubahan temperature yang terjadi atau ∆T pada evaporator . Dimana biasanya dalam perencanaan adalah 5 (12C-7C).

Selain temperatur, faktor penentu yang ke dua adala massa dari air tersebut (ṁ). Titik diatas huruf m tersebut menyatakan bahwa massa yang diambil adalah massa yang melewati chiller dalam satuan waktu.

Dari kedua faktor tersebut maka energy yang diambil atau dipindahkan oleh chiller dapat di rumuskan sebagai berikut:

Rumus untuk menghitung kapasitas chiller

Untuk mempermudah, mari kita latihan dengan kodisi sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Menghitung kapasitas chiller dari air”
LG Chiller

Harga chiller, bagaimana cara mendapatkannya?

Beberapa hari ini kita membaca mengenai chiller, cara kerjanya, dan komponen komponennya. Sebenarnya berapakah harga sebuah chiller? Untuk menentukan harga sebuah chiller ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Faktor faktor tersebut adalah sebagai berikut:

Kapasitas tentu saja merupakan penentu dari harga / biaya yang dibayarkan dalam menentukan harga dari sebuah equipment. Untuk sebuah chiller biasanya kapasitas dihitung dari total beban gedung dan dibagi beberapa chiller yang digunakan. Semakin besar kapasitasnya maka harganya juga semakin mahal. Untuk gambaran kasanya biasanya harga equipment chiller berkisar 300-500 USD/TR. Semakin besar kapasitanya biasanya harga per TR nya pun semakin kecil.

Lanjutkan membaca “Harga chiller, bagaimana cara mendapatkannya?”