Technical

Process Cooling; proses pendinginan yang tidak “nyaman”

Seperti banyak kita tahu bahwa chiller digunakan untuk mendinginkan air yang akan di sirkulasikan kedalam gedung untuk mendinginkan ruangan. Proses ini disebut dengan comfort cooling karena air dingin yang dihasilkan bertugas untuk membuat ruangan “nyaman”. Temperatur yang di pilih biasanya 7-12 karena pada range ini lah udara akan menjadi dingin sekaligus kering.

Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa selain comfort cooling, chiller juga banyak digunakan pada industri / pabrik sebagai salah satu proses dalam produksi. Sistem seperti ini disebut process cooling. Karena tujuannya bukan untuk mendinginkan ruangan, maka temperatur yang dihasilkan tidak selalu berada di temperatur ideal ruangan. Temperatur yang di pilih harus sesuai dengan kebutuhan tiap tiap proses.

Mengapa chiller pada process cooling sangat penting? Pada process cooling temperatur air akan sangat mempengaruhi kualitas dari barang yang dihasilkan. Karena itu spesifikasinya biasanya cukup detail, dan variasi perubahan temperatur sangat kecil karena bebannya tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Selain itu karena chiller sangat berperan penting dalam proses ini maka tidak menutup kemungkinan diperlukan backup yang sudah siap menyala ketika dibutuhkan.

Apa saja industri / produk yang banyak menggunakan Chiller dalam process cooling?

  1. Textil ; pada proses pembuatan textil diperlukan temperatur dan RH yang tepat dikarenakan material textil sangat mudah menyerap air dan hal tersebut akan mempengaruhi elastisitas dan kualitasnya.
  2. Mesin medis; mesin mesin medis yang besar akan menghasilkan panas yang besar juga. Aalt seperti MRI perlu didinginkan dari dalam agar dapat menghasilkan hasil yang tepat.
  3. Produksi makanan; pada proses produksi yang membutuhkan bahan mentah tentu saja banyak yang harus dijaga temperatur nya agar bahan tersebut tidak cepat rusak dan terjaga kualitasnya.
  4. Injection molding; proses pembentukan plastik dari bijih menjadi barang jadi memerlukan panas yang cukup banyak. Pada pabrik berskala besar tidak memungkinkan untuk “menunggu” proses pendinginan secara alami. karena itu digunakan chiller untuk mempercepat proses.
  5. Terakhir adalah alat alat yang menghasilkan panas dan perlu bekerja dalam temperatur idealnya.

Sebenarnya scope dari process cooling tidak hanya berputar di sekitar industri / pabrik, masih banyak aplikasi lainnya untuk process cooling seperti data centre, gudang, dan distric cooling.

Titian Pramudya

2 tanggapan untuk “Process Cooling; proses pendinginan yang tidak “nyaman”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s